PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN SMK BERBASIS KOMPETENSI YANG LINK AND MATCH DENGAN INDUSTRI

Dalam rangka menyiapkan tenaga yang berkualitas dan tenaga yang siap digunakan dalam dunia kerja sesuai dengan kompetensinya dan kebutuhan tenaga kerja di bidang industri saat ini Pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

Untuk mendukung Inpres Nomor : 9 tahun 2016 agar dapat diwujudkan, Kementerian Perindustrian,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian BUMN membuat Nota Kesepahaman Nomor : 668/M-IND/11/2016, 125/XI/NK/2016, 17/M/NK/2016, 5/NK/MCN/XI/2016 dan MOU-04/MBU/11/2016 pada Hari Selasa tanggal 29 November 2016 tentang Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi berbasis Kompetensi yang Link And Match Dengan Industri.

Kementerian Perindustrian RI mengambil langkah dengan membuat Peraturan Menteri Perindustrian Nomor : 3/M-IND/PER/1/2017 tentang Pembinaan dan Pengembangan SMK berbasis kompetensi yang link dan match dengan industri dalam peningkatan peran industri dalam rangka pembinaan dan pengembangan SMK. Peraturan tersebut mengatur antara lain :

  1. Goal/tujuan : Peningkatan peran industry dalam pembinaan dan pengembangan SMK
  2. Pengembangan Pendidikan Vokasi :
  • Berbasis Kompetensi dan link and match dengan industry
  • Keterlibatan industry dalam pembinaan dan pengembangan SMK
  1. Persyaratan dan factor pendukung :
  • Kesesuaian program keahlian SMK dengan Industri
  • Sarana praktikum yang memadai di Sekolah
  1. Penyiapan SMK :
  • Program keahlian dan kurikulum mengacu pada kebutuhan sector industri
  • Pembangunan bidang infrastruktur kompetensi (SKKNI, LSP, TUK, Asesor Kompetensi) dan sertifikasi kompetensi
  • Penyediaan sarana prasarana praktikum minimum.
  1. Peran Industri :
  • Penyediaan silver expert dari industry untuk menjadi tenaga pendidik di SMK
  • Penyediaan workshop/laboratorium sebagai teaching factory untuk praktikum siswa
  • Fasilitasi Praktek Kerja Lapangan bagi siswa dan magang bagi guru SMK dengan pembimbing dari industry
  1. Dukungan Pemerintah:
  • Fasilitasi pembangunan infrastruktur kompetensi bagi SMK
  • Penyediaan sarana dan prasarana praktikum minimum
  • Program pelatihan bagi guru dan TOT bagi infrastruktur industry
  • Insentif bagi industry yang melakukan pembinaan dan pengembangan SMK.

Sebagai implementasi Peraturan Menteri Perindustrian    tersebut    pada   bulan   Maret   2017 Pejabat dari Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri, Direktorat Pengembangan Wilayah Industri III berkunjung ke KIW, guna melakukan koordinasi untuk pelaksanaan program link & match antara industri di dalam KIW dengan SMK di kota Semarang dan sekitarnya, dilanjutkan pertemuan teknis antara industri dan SMK yang difasilitasi PT KIW (Persero) pada tanggal 2 Maret 2017. Program ini diawali penandatanganan MOU antara industri dengan SMK yang akan disaksikan oleh Presiden RI, pada awal April 2017 mendatang.

Ditingkat daerah, untuk  mensukseskan program tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mempersiapkan diri, dengan mengadakan rapat diskusi terbatas dengan instansi dan pihak-pihak terkait, yaitu Perguruan Tinggi, Dinas Perindustrian, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BKSP, Kawasan Industri, BP2MK Wilayah I-VI, MKKS, Koordinator Pengawas Sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Rapat Diskusi terbatas ini bertujuan untuk menyepakati model pembinaan dan pengembangan SMK berbasis Kompetensi yang link and match dengan industry di Jawa Tengah serta untuk menyusun rencana implementasi dan tahapan pelaksanaan. Adapun Output yang akan dihasilkan  adalah (1) model pembinaan dan pengembangan SMK berbasis kompetensi yang link and match dengan industry di Jawa Tengah, (2) Rencana implementasi dan tahapan pelaksanaan model dan (3)  peran dan tugas masing-masing pihak.

This entry was posted in News.