Pengertian Kawasan Industri dan Zona Industri

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI)  

Sanny Iskandar

Secara umum Masyarakat luas,  kadang belum bisa  membedakan Istilah Kawasan Industri dan Zona Industri dan bahkan dilingkungan dilingkungan pemerintah pun sering muncul kerancuan antara  Kawasan Industri (Industrial Estate) dengan Zona Industri (Industrial Zone ) pada kenyataanya yang terjadi di lapangan bahwa secara fisik bahwa Kawasan Industri itu telah berdiri sebelum regulasi yang mengatur tentang Kawasan Industri itu disahkan oleh pemerintah.

 

Berikut menurut penuturan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI)  Bapak Sanny Iskandar bahwa “ Konsep tentang Kawasan Industri dalam buku yang ditulis oleh William Bredo berjudul “ Industrial EstateTool for Industrialisation “ (Standford Research Institute, Menlo Park California 1960) ditulis sebagai berikut “ An Industrial Estate is a tract of land which is subdivided and developed according to comprehensive plan for the use of  community of industrial interprise the plan must make derails provision for the street and roods, transportation facilities and installation of utilities. The plan may provide for the erection of factory building in advance of sale or lease to occupants.

 

The plan must insure adequate control of the site and building through zoning, through private restrictions incorporated as legal requirement in the deeds of sale or lease, and through the provision of continuing management, all with a view to protecting the investment of both developer of estate and the tenants”

 

Sejarah perkembangan Kawasan Industri,  pada tahun 1960 konsep tersebut banyak diadopsi oleh Negara – negara  Asia yang akan mengembangkan Industrinya  seperti, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, Singapura, India kemudian merambah ke Malaysia dan Indonesia.

 

Laju perkembangan Investasi dunia pada saat itu mulai bergerak di awal tahun 1970an sudah mulai memasuki kawasan Asia Pasifik Tengah. Kemudian situasi saat itu dimanfaatkan oleh Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan dan Singapura. Mereka mulai menarik manfaat yang luar biasa mulai rancangan investasi dan pembangunan model Kawasan Industri ( Industrial Estate ) atau Kawasan Berikat (Bonded Zone), sehingga pertumbuhan industri manufaktur mulai berkembang.

 

Pembangunan Kawasan Industri yang kuat memerlukan berbagai infrastruktur seperti pengadaan lahan dan pendukungnya adalah Pelabuhan, Jalan, Listrik, telekomunikasi dan sejumlah fasilitas pendukung yang diperlukan bagi para  investor.

 

Penerapan kebijakan dinegara-negara tersebut dipaket dengan kebijakan yang sangat menarik serta dianggap mampu merangsang pertumbuhan investasi seperti Tax Holiday, One stop service dan sebagainya.  Pemerintah juga memberikan dukungan langsung pada tahap pengembangan  maupun pengelolaan Kawasan Industri. Keberadaan Kawasan Industri langsung dibawah badan atau Kementerian sehingga koordinasinya lebih mudah dalam pengadaan infrastuktur, pembuatan kebijakan dan kegiatan-kegiatan lain.

 

Di Indonesia pada tahun 1970an baru hanya dikenal oleh kalangan yang sangat terbatas Pemerintah membangun Kawasan Industri Pulogadung (JIEP) dengan tujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta, kemudian konsep ini berkembang ke daerah-daerah seperti di Jawa Tengah , Kawasan Industri Cilacap (KIC) kemudian sekarang berubah menjadi Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) di Surabaya ada (SIER dan PIER)  di Medan ada (KIM) dan di Makasar ada (KIMA).

 

Tahapan  ini adalah pra Kepres No. 53/1989 disebut dengan fase  pertama kemudian Pasca Kepres No. 53/1989 (1989-2009) dengan adanya keterlibatan sektor swasta pada pase ketiga yaitu pasca PP No 24/2009 (tahun 2009 dst). Adanya kewajiban Industri baru masuk Kawasan Industri.

 

Yang Membedakan antara Kawasan Industri dan Zona Industri yaitu secara resmi yaitu istilah Kawasan Industri diatur dalam Keputusan Presiden No. 53tahun 1989 tentang Kawasan Industri definisi ini sampai sekarang tetap sama dan terakhir dimuat dalam Peraturan Pemerintah No 24 tahun 2009 adalah sebagai berikut :

 

“ Kawasan Industri  adalah Kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri ”.

 

“Sedangkan kawasan pemukiman Industri didefinisikan sebagai bentangan lahan yang diperuntukan bagi kegiatan industri berdasarkan Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan”.

 

Pemerintah telah menerbitkan PP No 24 tahun 2009 tentang kawasan industri dimana setiap perusahaan industry baru wajib berlokasi di dalam Kawasan Industri.(Sumber Info HKI disunting oleh Hartono)

This entry was posted in News.