BOYOLALI – Sebagai wujud nyata implementasi Social Responsibility dan komitmen terhadap 11 Program Prioritas Jawa Tengah, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sukses menyelenggarakan program "Balik Rantau Gratis 2026". Langkah strategis ini diambil untuk menjamin stabilitas ekonomi masyarakat pasca-Lebaran serta memastikan kehadiran negara bagi para pekerja sektor informal.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melepas secara resmi ribuan perantau di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (28/3/2026). Program ini tidak hanya sekadar menyediakan alat transportasi, namun merupakan bagian dari upaya Penguatan Ekonomi Rakyat dan Subsidi Sektor Produksi. Dengan menanggung ongkos perjalanan, pemerintah memastikan tabungan para perantau tetap utuh untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman, yang pada gilirannya menstimulasi sirkulasi ekonomi lokal.
Program tahun ini memobilisasi 84 armada bus untuk mengangkut 4.181 penumpang. Selain itu, sinergi ini juga mencakup moda transportasi kereta api yang telah memberangkatkan 320 penumpang menggunakan KA Tawang Jaya Premium pada 27 Maret 2026. PT KIW, sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa memastikan seluruh aspek teknis keberangkatan berjalan sesuai standar operasional yang ketat.
Berikut adalah rincian sebaran armada dan destinasi Program Balik Rantau Gratis 2026:
Titik Keberangkatan | Jumlah Armada (Bus) | Destinasi: Jakarta (Pulo Gebang) | Destinasi: Bandung | Total Penumpang |
Asrama Haji Donohudan | 41 Bus | 37 Bus | 4 Bus | 4.181 (Total Bus) |
Terminal Bulupitu (Banyumas) | 21 Bus | 19 Bus | 2 Bus | |
Terminal Mangkang (Semarang) | 11 Bus | 10 Bus | 1 Bus | |
Keberangkatan Mandiri (Kendal, Magelang, Kudus, Blora) | 11 Bus | 10 Bus | 1 Bus | |
Total Armada | 84 Bus | 76 Bus | 8 Bus | 4.181 Orang |
Implementasi program ini sangat menjunjung tinggi nilai inclusive. Tercatat sebanyak 98 peserta dari kelompok rentan mendapatkan fasilitasi khusus. Di Asrama Haji Donohudan sendiri, terdapat 74 orang yang terdiri dari 7 penyandang difabel, 25 lansia, dan 42 pendamping.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menekankan bahwa kelompok informal sector—seperti pedagang bakso, buruh pabrik, pengemudi ojek, hingga pekerja bangunan—adalah tulang punggung ekonomi yang harus diayomi. "Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya pada saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan. Dengan negara hadir memberikan sumbangan, meskipun itu kecil, tetapi sangat berharga bagi mereka," tegas Luthfi.
Sinergi antara PT KIW dan Pemprov Jateng membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan dampak sosial yang signifikan. Seluruh armada telah melalui proses ramp check yang ketat serta pemeriksaan kesehatan kru guna memastikan standar safety dan mewujudkan target zero accident. Program ini tidak hanya mengatur arus lalu lintas agar lebih terkonsentrasi, tetapi juga menjaga martabat warga Jawa Tengah sebagai pribadi yang pekerja keras, sopan, dan toleran di tanah rantau.
Indonesian
English
Chinese